Tepung tapioka (sering juga disebut tepung kanji atau aci di daerah Jawa Barat) adalah tepung yang dibuat dari ekstrak saripati singkong (ubi kayu).
Proses pembuatannya melibatkan pemarutan singkong, pemerasan untuk diambil airnya, kemudian air perasan tersebut diendapkan. Endapan pati yang terbentuk itulah yang kemudian dikeringkan dan dihaluskan menjadi tepung tapioka.
Berikut adalah karakteristik utama dan kegunaan tepung tapioka:
Tekstur & Warna: Berwarna putih bersih dan memiliki tekstur yang sangat halus, bahkan terasa licin di jari tangan (mirip tepung maizena).
Efek Pengental: Jika dipanaskan bersama air, tepung ini akan berubah menjadi cairan yang kental, lengket, dan berwarna bening/transparan seperti lem.
Bebas Gluten (Gluten-Free): Karena murni terbuat dari umbi-umbian, tapioka secara alami bebas gluten, sehingga aman bagi penderita celiak atau mereka yang menjalani diet bebas gluten.
Tepung tapioka memiliki peran yang sangat besar dalam jajanan dan masakan Indonesia:
Bahan Utama Jajanan “Aci”: Tepung ini adalah aktor utama di balik kenyalnya cireng (aci digoreng), cilok (aci dicolok), cimol (aci digemol), dan batagor.
Pengental Masakan: Sering digunakan untuk mengentalkan kuah capcay, sup, atau saus (sebagai alternatif tepung maizena).
Tekstur Makanan: Campuran tapioka pada adonan pempek, bakso, atau siomay memberikan tekstur kenyal yang khas.
Bahan Pembuat Boba: Butiran hitam manis (pearl) yang ada di dalam minuman bubble tea modern dibuat menggunakan bahan dasar tepung tapioka.
Kue Tradisional: Digunakan dalam pembuatan kue lapis, kue ku, dan cenil untuk memberikan efek kenyal dan lentur.
Meskipun sama-sama menghasilkan tekstur yang kenyal dan sering saling menggantikan, keduanya berbeda sumber:
Tapioka (Kanji): Berasal dari singkong. Tekstur kenyalnya cenderung lebih lemas, lembut, dan agak basah.
Sagu (atau Sagu Aren): Berasal dari batang pohon (pohon sagu atau pohon aren). Tekstur kenyalnya cenderung lebih padat, kokoh, dan kesat.