Ekstrak malt adalah cairan pekat atau bubuk yang dihasilkan dari biji-bijian yang telah melalui proses malting (penyerapan air, pengeringan, dan perkecambahan), biasanya barley. Ekstrak ini kaya akan gula, vitamin B, dan mineral, dan sering digunakan sebagai pemanis alami, pemberi rasa dan warna pada produk makanan dan minuman (seperti bir dan roti), serta sebagai nutrisi.
Proses pembuatan
Malting: Biji-bijian, seperti barley, direndam dalam air, kemudian dikeringkan hingga berkecambah. Proses ini menghasilkan enzim alami, seperti amilase, yang mengubah pati menjadi gula.
Ekstraksi: Biji-bijian yang telah dimalting dimasak untuk mengekstraksi gula dan komponen lain yang larut dalam air.
Pengentalan: Hasil ekstraksi kemudian diuapkan hingga mengental menjadi cairan pekat atau dikeringkan menjadi bubuk.
Fungsi dan manfaat
Pemanis dan perasa: Memberikan rasa manis alami dan rasa khas malt pada berbagai produk, seperti biskuit, kue, dan minuman cokelat (contohnya, Kinder Joy).
Pemberi warna: Memberikan warna keemasan atau karamel pada produk roti dan makanan lainnya.
Pendukung fermentasi: Enzim dalam ekstrak malt membantu memecah pati menjadi gula, yang menjadi sumber energi bagi ragi dalam proses fermentasi adonan roti agar mengembang dengan baik.
Sumber nutrisi: Kaya akan vitamin B, vitamin E, dan mineral seperti kalsium, magnesium, dan zat besi, menjadikannya tambahan yang bergizi.
Peningkatan tekstur dan umur simpan: Membantu meningkatkan tekstur, kerenyahan, dan memperpanjang masa simpan produk.